![]()
Fenomena sampah bila tidak ditangani dengan baik akan menjadi polemik akibat pencemaran bau,lalat, termasuk resapan air lindi pada permukaan dan air tanah/sumur penduduk. Air lindi mengandung COD dan BOD tinggi berwarna hitam.
TPA Telaga Punggung Batam telah dioperasikan sejak tahun 1997, menempati kawasan 17 hektar dari total area 47 hektar. Kawasan 17 hektar beralaskan karpet untuk mencegah rembesan air lindi ke tanah sekitar.
Volume sampah yang masuk ke TPA berada dalam kisaran 500-700 ton perhari yang perlu di olah agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Berbagai upaya dilakukan terhadap sistem pengelolaan air lindi dengan memberikan sentuhan tekhnologi Fluidized Bed Biofilm Reaktor (FBBR).
![]()
Tekhnologi pengelolaan air lindi di TPA Telaga Punggur menggunakan Tekhnologi FBBR dengan bakteri Probiotik (lactobacillus, azetobacter, Saccharomyses, dan dengan tahapan proses pengelolaan, air lindi ditampung dibak sirkulasi/penguapan dengan menggunakan pompa, dialirkan kembali ke timbulan sampah landfill, debit aliran diatur ke bak penyaringan, selanjutnya ke bak pengukur debit/injeksi bakteri.
Bakteri diinjeksikan/masukan kedalam bola sarang plastik ukuran kecil, lalu dialirkan ke bak permentasi pupuk cair tempat terjadi permentasi dalam bola saran bakteri lebih besar, Proses ini juga dibantu dengan aerator untuk mempercepat permentasi pupuk cair.
Pemanfaatan Produk
Pupuk cair dari hasil uji skala pilot permentasi pupuk cair, telah dihasilkan lebih dari 9000 liter air lindi siap pakai, dan sebagian hasil uji telah dikirim baik untuk keperluan pengujian lab maupun aplikasi terhadap tanaman.
Selain pupuk cair, air lindi pada bak permentasi yang diolah di TPA Telaga Punggur juga menghasilkan endapan kompos yang berkualitas tinggi, dan pemanfaatannya telah diaplikasikan pada berbagai tanaman yang ada di demplot pertanian TPA. (*)








