Tungku Dapur Arang di Pulau Naga Pulau Galang

dapur-arang1.jpg

INI adalah bangunan tempat membakar arah bakau. Namanya dapur arang. Oleh warga di Pulau Naga kecamatan Galang, usaha menjalankan produksi arang merupakan pekerjaan pokok. Sebulan mereka bisa mendapatkan arang 20 ton dari tempat seperti pada gambar diatas. Biasanya arang-arang yang dihasilkan, bahan bakunya adalah batang pohon bakau. Pohon bakau yang menjadi tempat pemijahan ikan itu merupakan jenis tanaman wilayah pesisir Batam yang dilindungi. Foto dikirim iwan, pada hari Sabtu (8/3/2010) di Pulau Naga-Batam. (*)

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    fay berkata,

    izin usaha dapur arang telah distop oleh pemerintah sejak bulan Mei 2007. ratusan masyarakat, baik pemilik, pekerja, maupun buruh yang menggantungkan hidupnya di dapur arang terancam kelaparan. Walaupun sampai sekarang usaha itu masih berjalan, itupun sambil “memberi makan” pegawai2 dari berbagai instansi yg ada di kota batam seperti kehutanan, kepolisian, TNI, wartawan, dll.

    bagaimana tidak? tidak usaha, penghidupan ga ada. usaha jalan, ditangkap. ga mau ditangkap? “uang kopi” donk..

    alasan penghentian ini klasik : untuk menjaga dan melestarikan hutan bakau.

    katanya, usaha dapur arang telah merusak ekosistem bakau dan ikan2 kecil yang hidup disekitarnya. itu katanya orang2 diatas..

    faktanya:
    1. hampir semua yang mengusahakan usaha ini tau jelas, bahwa usaha ini adalah turun temurun dari kakek buyut ke kakek ke orang tua. Lahan pemanfaatan bakau yang dikeluarkan oleh dinas kehutanan (sebelum penghentian izin dari pusat) dimanfaatkan sejak zaman bahenol. tapi lahan tersebut tidak pernah rusak / habis / punah sampai sekarang comment ini ditulis. mengapa tidak habis? sederhana saja. ada kebiasaan yang selalu dilaksanakan oleh para pekerja dapur arang ini. yaitu hanya menebang bakau-bakau yang sudah besar dan tua, itupun hanya cabang-cabangnya bukan sampai ke akar. bakau2 kecil ditinggal agar bisa hidup lagi, dan bakau besar bekas tebangan DENGAN SENDIRINYA AKAN TUMBUH LAGI. Bakau Habis? yang ada hanya Bulls**t.

    2. selama izin usaha ini dihentikan sampai sekarang, fakta dilapangan pemerintah kota telah banyak memberikan izin pembangunan galangan kapal kepada beberapa perusahaan besar di kota Batam ini. lahan pemanfaatan yang diberikan sebagian adalah wilayah pesisir yang ada hutan bakaunya. dan perusahaan2 tersebut otomatis melakukan reklamasi (penimbunan) atas bakau2 tersebut untuk kepentingan sarana dan prasarana perusahaan. apa yang terjadi? hutan bakau RUSAK, HABIS, DAN PUNAH.

    kesimpulannya, sebenarnya apa sih kerjaan orang2 pemerintah? bisa tidak membuat keputusan dengan bijak? jangan suatu keputusan dikeluarkan tanpa penelitian dulu ke lapangan. alasan “melestarikan hutan bakau” hanya omong kosong.

    akhir kata, semoga izin usaha dapur arang ini diterbitkan secepatnya agar para pekerja, pemilik dan keluarga mereka tidak kehabisan napas duluan gara2 “memberi makan” pegawai2 yang meminta2 sehingga penghidupan untuk keluarga tidak mencukupi.

    terima kasih.

  2. 2

    cendanabatam berkata,

    Terimakasih atas tanggapan Anda


RSS Komentar

Ungkapkan pendapat Anda