Langit Batam di Selimuti Mendung

cuaca-batam.jpg

CUACA MENDUNG - Dalam sepekan terakhir pada bulan Maret 2008 cuaca di Batam terus menerus diguyur hujan.  Kondisi ini cukup memprihatinkan, apalagi curah hujan yang turun cukup tinggi. Dalam sepekan terakhir, beberapa kejadian alam di Batam sempat membuat repot manusia. Dua hari lalu tepatnya pada hari Senin, tanggal 12 maret 2008, pesawat Adam Air tujuan Batam mengalami gagal landing di Bandara Hang Nadim akibat curah hujan yang membuat landasan pacu bandara licin. Gambar diatas merupakan kondisi awan di Batam pada hari Rabu (13/3). Foto diambil dengan latar belakang menara bangunan Masjid Raya di Batam Centre. Foto dikirimkan melalui email hijaubatam@yahoo.com (*)

Komentar bertahan »

Banjir di Ruas Jalan Abul Yatama Batam Centre

klik memperbesar 

banjir-41.jpg

BANJIR-Hujan lebat yang mengguyur Batam pada hari Rabu (13/3/2008) membuat arus lalu lintas di jalan Abul Yatama Batam Centre terganggu. Kondisi badan jalan yang digenangi air selutut sangat mengganggu aktifitas warga, karena pada kedalaman tertentu jalan tersebut dipenuhi lubang dan jurang aspal yang terkikis. Foto dikirimkan melalui email hijaubatam@yahoo.com Rabu pagi (*)

Komentar (4) »

Waspadai Bila Aliran Air Bersih Anda Mati

air-atb.jpg

Ini bukti kuat atas dugaan banyak warga Batam yang mengeluhkan kualitas air bersih PT Adhya Tirta Batam (ATB). Gambar ini diambil Senin tanggal 10/3/2008 pas magrib. Sebelum di foto, pengirim terkejut melihat butiran pasir warna merah berserakan dilantai kamar mandi kantor di Engku Putri. Astagfirullah… rupanya, saat kran dihidupkan, air yang dialirkan berwarna kuning dan mengeluarkan butiran semacam pasir. Ini terjadi karena sebelumnya, hampir setengah hari air ATB yang dialirkan ke kantor tersebut mati. Foto dikirim oleh Andi melalu e-mail.(*)

Komentar (2) »

Anak Kecil Aja Bisa !

 

buang-sampah-1.jpg

Persoalan kebersihan terkadang juga terkait dengan prilaku kita. Selama ini, walaupun sudah ada tong sampah, kita kok masih terbiasa membuang sampah pada tempat-tempat yang kurang patut.

Toh di negeri orang seperti saat jalan-jalan ke Singapura atau Malaysia, kita kok bisa ngantongi sampah tisu atau puntung rokok ke dalam saku. Jadi wajar kalau ada istilah orang asing–maaf– Batam itu termasuk wilayah yang menjadi tong sampah terbesar di dunia, benar nggak..ya..?

Gambar diatas foto seorang anak yang entah di sengaja atau tidak membuang sampah ke dalam sebuah tong yang tersedia di jalan Engku Putri Batam Centre. Kalau anak kecil aja bisa…kita gimana..? foto dikirim Irwansyah, diambil saat pawai keliling pekan muharam 1429 H di Kota Batam.

Komentar (3) »

Pahlawan Kebersihan di Kota Batam

klik memperbesarklik memperbesar

MEREKA bekerja mungkin menghilangkan rasa malu. Mereka tak peduli isi pikiran orang lain yang melintasi ruas jalan raya di Kota Batam. Bagi mereka, hidup itu adalah hari ini. Bagi kita, keberadaan mereka jangan dipandang sebelah mata. Tanpa kita sadari, merekalah yang telah mengutip dan menaruh dalam tempatnya, sampah yang kita buang. Mereka tidak pernah dongkol. Apalagi menuntut lebih. Oleh karenanya, mari kita tunjukkan kepedulian kita terhadap mereka. Gambar diatas kiriman milis azra, dikirim Senin (10/3/2008)

Komentar (2) »

Tungku Dapur Arang di Pulau Naga Pulau Galang

dapur-arang1.jpg

INI adalah bangunan tempat membakar arah bakau. Namanya dapur arang. Oleh warga di Pulau Naga kecamatan Galang, usaha menjalankan produksi arang merupakan pekerjaan pokok. Sebulan mereka bisa mendapatkan arang 20 ton dari tempat seperti pada gambar diatas. Biasanya arang-arang yang dihasilkan, bahan bakunya adalah batang pohon bakau. Pohon bakau yang menjadi tempat pemijahan ikan itu merupakan jenis tanaman wilayah pesisir Batam yang dilindungi. Foto dikirim iwan, pada hari Sabtu (8/3/2010) di Pulau Naga-Batam. (*)

Komentar (2) »

Kondisi Ruas Jalan, Drainase dan Pohon Penghijauan Yang Rusak di Batam Centre

Komentar bertahan »

Menengok dari Dekat Pengelolaan Air Sampah di TPA Telaga Punggur, Batam

klik memperbesarklik memperbesarFenomena sampah bila tidak ditangani dengan baik akan menjadi polemik akibat pencemaran bau,lalat, termasuk resapan air lindi pada permukaan dan air tanah/sumur penduduk. Air lindi mengandung COD dan BOD tinggi berwarna hitam.

TPA Telaga Punggung Batam telah dioperasikan sejak tahun 1997, menempati kawasan 17 hektar dari total area 47 hektar. Kawasan 17 hektar beralaskan karpet untuk mencegah rembesan air lindi ke tanah sekitar.

Volume sampah yang masuk ke TPA berada dalam kisaran 500-700 ton perhari yang perlu di olah agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Berbagai upaya dilakukan terhadap sistem pengelolaan air lindi dengan memberikan sentuhan tekhnologi Fluidized Bed Biofilm Reaktor (FBBR).

klik memperbesarklik memperbesarTekhnologi pengelolaan air lindi di TPA Telaga Punggur menggunakan Tekhnologi FBBR dengan bakteri Probiotik (lactobacillus, azetobacter, Saccharomyses, dan dengan tahapan proses pengelolaan, air lindi ditampung dibak sirkulasi/penguapan dengan menggunakan pompa, dialirkan kembali ke timbulan sampah landfill, debit aliran diatur ke bak penyaringan, selanjutnya ke bak pengukur debit/injeksi bakteri.

Bakteri diinjeksikan/masukan kedalam bola sarang plastik ukuran kecil, lalu dialirkan ke bak permentasi pupuk cair tempat terjadi permentasi dalam bola saran bakteri lebih besar, Proses ini juga dibantu dengan aerator untuk mempercepat permentasi pupuk cair.

Pemanfaatan Produk

Pupuk cair dari hasil uji skala pilot permentasi pupuk cair, telah dihasilkan lebih dari 9000 liter air lindi siap pakai, dan sebagian hasil uji telah dikirim baik untuk keperluan pengujian lab maupun aplikasi terhadap tanaman.

Selain pupuk cair, air lindi pada bak permentasi yang diolah di TPA Telaga Punggur juga menghasilkan endapan kompos yang berkualitas tinggi, dan pemanfaatannya telah diaplikasikan pada berbagai tanaman yang ada di demplot pertanian TPA. (*)

 

Komentar (3) »

Si Tua Penjaga Bak Lindi TPA Telaga Punggur

klik memperbesarDIA sudah hampir 10 tahun mengabdikan dirinya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur Batam. Dia seorang pejuang lingkungan. Pejuang masa depan, yang tidak banyak berharap.

Di  sisa usianya dia sabar mengurusi bak lindi, air sampah TPA yang mengalir. Dia sangat mencintai pekerjaannya. Di usianya kini, dia hanya berharap, TPA Telaga Punggur dikelola secara baik. Sebuah harapan yang tulus, dan dari raut wajahnya pun, ia tak berharap lebih (*)

Komentar (3) »